Headlines News :

HEADLINE

Latest Post

KOMITE SMKN 9

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 09 Mei 2017 | 13.56

KOMITE SMKN 9 KOTA TANGERANG
Komite SMKN 9 Kota Tangerang (Ibu Atika)

SDN KAPUK 14 Pagi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 03 Mei 2017 | 15.37

SDN KAPUK 14 Pagi
Menyeimbangkan Kecerdasan dan Bakat Siswa

JAKARTA, Kantor BeritaAwdi – Pintar saja tidak cukup. Artinya, pendidikan bukan hanya mencerdaskan siswa. Pendidikan harus bisa memformulasikan kegiatan potensi siswa dan bagaimana menguatkan minat dan bakat siswa. Membentuk siswa yang berakhlak mulia, cerdas, bertanggung jawab, dan memiliki keterampilan itu tidak gampang.
Sejatinya, proses pendidikan melibatkan semua aspek yang mengacu kepada tujuan mulia, guna mempersiapkan generasi yang diharapkan sesuai dengan ideologi bangsa dan konstitusi Negara. Proses pendidikan secara formal disekolah sebenarnya telah digariskan melalui intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Namun, ini bukan berarti guru hanya mentransformasikan ilmu pengetahuan ke dalam otak. Proses pembinaan minat dan bakat siswa harus juga menjadi sasaran bidik dalam menghasilkan lulusan berprestasi dan memiliki keterampilan hidup.
Begitu kata Engkay Sumarni, S.Pd. Kepala Sekolah SDN Kapuk 14 Pagi, ketika Kantor Berita Awdi menyambangi sekolah binaannya yang tengah menggeliat mengharumkan nama sekolah. Diakui Engkay , tugas Kepala Sekolah sanga tberat pada saat ini. Aura persaingan bebas yang terus mengglobal menjadi salah satu tantangan tersendiri. Ini diakuinya sebagai salah satu dampak kemajuan teknologi informasi berbasis adidaya komputer sudah merambah ke se-antero dunia.
Engkay Sumarni sangat prihatin terhadap dampak negatif internet. Saat ini anak-anak yang masih “bau kencur” pandai mengoperasikan gawai atau gadget. Mereka secara langsung terbiasa dengan pola hidup individual bahkan sangat hiperaktif. Fenomena ini akan melahirkan generasi yang super cuek, individual yang hanya mementingkan diri sendiri. Ini harus segera diatasi melalui proses pendidikan yang benar-benar bisa mewakili tuntutan zaman. (Bayu/Andrian)

SMPN 186

SMPN 186
Menanam Benih Disiplin


JAKARTA, Kantor BeritaAwdi – Pintar saja tidak cukup, Perlu kekuatan, percaya diri, berakhlak mulia, disiplin dalam menempuh kehidupan yang serta kompleks seperti pada saat ini. Indonesia menantikan kehadiran generasi baru yang bakal melanjutkan cita-cita para founding father kita. Indonesia terus dihimpit berbagai persoalan yang serba rumit. Konstilasi persaingan global menuntut bangsa Indonesia kerja keras membangun masa depan yang lebih baik.

Guru menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan proses penanaman disiplin. Guru harus kerja keras membangun etos siswa yang tidak lekang oleh hujan dan panas. Generasi yang datang harus kuat dan berkepribadian kuat pula. Ini dinyatakan oleh H. Juhedi, M.Pd., Kepala Sekolah SMPN 186 Jakarta, ketika menggelindingkan kegiatan disiplin tertib berlalulintas baru-baru ini.


Mereka dilatih berdisiplin tepat waktu, yang terlambat otomatis akan ditinggal. Ini merupakan proses pembiasaan yang paling efektif, karena situasi Jakarta yang dikenal super macet harus disikapi dengan disiplin yang tinggi. Begitu tutur salah seorang guru olah raga di SMPN 186 Jakarta. (Andrian)

SMPN 142 JAKARTA

SMPN 142 JAKARTA
Mengutamakan Visi Masa Depan


JAKARTA, Kantor BeritaAwdi - Proses pendidikan itu bukan sekedar memenuhi target kurikulum. “Saya tidak ingin anak didik saya Cuma asal lulus; hanya sekedar memenuhi tuntutan undang-undang wajib belajar 12 tahun. Anak-anak SMPN 142 Jakarta harus bisa mandiri, cerdas, berakhlakul karimah dan memiliki wawasan global. Saya tidak muluk-muluk ,tapi ini semua tuntutan masa depan.“ Begitu kata Cucu Rustini, S.Pd. MM. selaku Kepala Sekolah yang bermarkas di Jl. Raya Joglo, Kembangan.

Ia mengutamakan revisi program sekolah. Salah satunya dalam gelar dialog interaktif berbasis motivasi terhadap siswa kelas IX yang lagi menempuh Ujian Nasional. Cucu Rustini menggandeng Lembaga FOC (Fast on Character) sebagai mitra yang mendorong laju percepatan wawasan anak didiknya.


Bertempat di halaman sekolah mereka berpadu dalam mengasah empati, menemukan jati diri dan memahami visi/cita-cita mereka. Dalam kesempatan ini, Kepala Sekolah yang selalu berpenampilan muslimah menyatakan, “ Pintar saja tidak cukup, perlu memiliki mimpi guna meraih harapan hidup yang lebih baik.”


Menurutnya, setiap anak didiknya harus memiliki banyak teman, memahami kemajuan zaman dan bisa tampil beda memiliki wawasan global sebagaibekalhidup di era globalisasi. Siapa pun akan tergilas oleh kemajuan zaman apabila sejak dini tidak memahami jati dirinya dan mau mengekang kemerdekaan hidupnya untuk belajar dan bersosialisasi dengan lingkungan. 


Kemajuan  teknologi informasi merupakan tantangannya bagi para anak didiknya. Mereka harus lebih maju dari dirinya. Orang tuanya, paragurunya. Mereka harus siap hidup di era persaingan bebas. Mereka harus dibekali dengan kejujuran serta akhlak mulia. Ucap Kepala Sekolah SMPN 142 Jakarta.

(Bayu/Andrian)

SMPN 1 Sepatan

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 29 April 2017 | 09.44

SMPN 1 Sepatan
Memperingati Hari Kartini


Kepala Sekolah SMPN 1 Sepatan, Drs. H. Nana Sujana, M.Pd., sedang bersama Redaktur Pelaksana Media Kantor Berita AWDI.

SMPN 207 JAKARTA

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 28 April 2017 | 16.51

SMPN 207 JAKARTA
“Pendidikan Tidak Akan Maju Tanpa Pers Sebagai Partner”

Jakarta, Kantor Berita Awdi Online – H. Nur Sehat, S.Ag. M.Pd. , selaku Kepala Sekolah di SMPN 207 Jakarta, kini sedang sibuk-sibuknya membenahi apa yang sudah ada, hal ini dimaksudkan agar bagaimana membuat anak didik merasa nyaman beserta gurunya disaat melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Kenyamanan baginya merupakan hal penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, maka tak salah bila beliau membenahi segala sesuatunya terutama dalam hal kedisiplinan.Ia terus menghimbau agar seluruh guru dapat mengamalkan PP No. 53 Tahun 2010 sebagai bentuk pedoman seorang pegawai yang harus ditaati dimanapun dia berada. Begitu juga ditanamkan kepada para guru agar bersikap sopan dan santun terhadap setiap tamu yang datang ke sekolah.
Selain itu, H. Nur Sehat, S.Ag. M.Pd. bawasanya tidak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan secara sendiri dan kita tidak bisa mengelak bahwa kita adalah makhluk sosial yang tentunya akan membutuhkan bantuan dari orang lain, seperti halnya menyampaikan dan melebarluaskan pemberitahuan kepada masyarakat tentunya peran pers sangat dibutuhkan dan hal inipun tercantum didalam UU Pers No. 40 Tahun 1999 Pasal 6 tentang peranan Pers Nasional. Dan bagi SMPN 207 Pers adalah ujung tombak dalam pendidikan.
Namun ada yang patut disesakan dengan banyaknya wartawan yang datang ketempat-tempat pendidikan tanpa mau menunjukkan identitas pers dan medianya.“Bersama-sama rekan media kami bisa memahami dan saling berkomunikasi pemahaman yang bersinergi kepada masyarakat, tapi saya sebagai guru terkadang tidak mengerti kenapa ada wartawan yang tidak mau memberitahukan identitasnya bahkan dia hanya mengaku dari pers saja, tanpa menunjukkan surat kabarnya” kata H. Nur Sehat, S.Ag.M.Pd. selaku Kepala Sekolah di SMPN 207 Jakarta.(Andrian/Red)

Pendaftaran

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 24 April 2017 | 11.58


Media Partner

Media Partner

Pemberian Piagam Penghargaan

Pemberian Piagam Penghargaan
 
Support : Creating Website | Edited | Mas Template
Copyright © 2013. Kantor Berita AWDI Pers - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger