Headlines News :
Home » » BERKAH JALUR BUSWAY, LAHAN EMPUK OKNUM POLANTAS

BERKAH JALUR BUSWAY, LAHAN EMPUK OKNUM POLANTAS

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 14 Maret 2011 | 12.09


Kantor Berita AWDI, Jakarta - Ancaman dan tindakan tegas pimpinan Polri untuk memecat anggotanya yang melakukan tindakan melanggar aturan tak membuat sejumlah oknum Polri dari jajaran Direktorat Satuan Lalulintas (Dit Satlantas) Polda Metro Jaya menjadi ciut. Bahkan, terus melakukan upaya mencari celah untuk bisa mendapatkan keuntungan pribadi dari aturan yang berlaku.

Seperti yang dilakukan sejumlah oknum polantas (polisi lalulintas) nakal di kawasan Jl.Daan Mogot Jakarta Barat. Mereka memilih berdamai dijalanan jika menemukan pengendara melintas di jalur busway. Larangan bagi pengendara roda empat maupun roda dua melintas di jalur busway dijadikan lahan baru untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi para oknum Polri nakal.

Tindakan tidak terpuji oknum polantas nakal tersebut kerap terjadi di ruas jalur busway di Jl.Daan Mogot, persisnya antara prapatan Grogol hingga prapatan Cengkareng, Jakbar. "Mereka selalu melakukan operasi gelap di jalur busway Daan Mogot," kata seorang warga kepada Citizen6.liputan6.com.


Tidak hanya pengendara yang melintas, warga sekitar yang turut menyaksikan ulah para polantas nakal itu juga mengaku geram. "Kalau mereka bertugas dengan benar, tentu para pelanggar lalulintas itu akan kapok masuk jalur busway. Tapi biasalah, ujung-ujungnya diantara polantas itu cari uang damai," ujar yanto pedagang asongan yang tinggal di sekitar lokasi, saat menyaksikan razia di jalan layang Pesing dekat halte Gg.Macan.

Sementara Roni (37) warga lainnya menjelaskan, anggota Polri itu yang sudah di gaji besar dan mendapatkan bonus. Pada kenyataannya dilapangan, masih ada diantara mereka yang mencari-cari penghasilan sampingan dengan melakukan damai ditempat. Roni beserta sejumlah warga lainnya  mengharapkan agar pimpinan Polri menerapkan sangsi tegas bagi para oknum polantas nakal yang terbukti melakukan kesalahan agar tidak merusak citra Polri yang sudah semakin membaik.

"Selama ini belum ada informasi yang menerangkan tentang adanya oknum polantas nakal yang diberikan hukuman, padahal kesalahan mereka sudah menjadi rahasia umum," ujarnya sambil menanyakan apa tugas dari bagian pengawasan internal Pori.

Sementara, salah satu penggendara motor yang telah berdamai dengan oknum polantas nakal ini mengatakan terpaksa harus mengeluarkan uang pecahan Rp50 ribu agar tidak ditilang. "Tadinya dia minta Rp100 ribu, diberi Rp20 ribu petugas itu tidak mau, daripada harus repot-repot ke penggadilan mendingan damai ditempat," ujar karyawan jasa kurir ini sambil tergesa-gesa berlalu.                       
( Trisnawati Jones ) 

      
Share this article :

1 komentar:

  1. Rute Kp melayu-kebon pala atau sebaliknya juga sering kami temukan hal seperti itu.(HUMAS DPC jaktim)

    BalasHapus

 
Support : Creating Website | Edited | Mas Template
Copyright © 2013. Kantor Berita AWDI Pers - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger