Headlines News :
Home » » DANA BANTUAN GEMPA DIJADIKAN AJANG BAGI-BAGI RIZKI

DANA BANTUAN GEMPA DIJADIKAN AJANG BAGI-BAGI RIZKI

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 23 Maret 2011 | 15.01



Paska gempa bumi berkekuatan 7.3 sekala richter (SR) yang memporak-porandakan Kabupaten Tasikmalaya dan sebagian besar Jawa Barat lainnya, telah menyisakan kepedihan sangat mendalam bagi masyarakat. Dimana dampaknya hamper semua imfrastutur luluh lantah dengan tanah, hata benda sanak saudara, dan tidak sedikit yang meninggal dunia. Untuk melakukan perbaikan atau relokasi para korban gempa dibutuhkan berbagai bantuan dana, untuk membangun kembali infrastruktur yang sudah hancur berbagai bantuan kemanusiaan dating dari mana-mana termasuk dari luar negeri begitupun dengan pemerintah di Indonesia, dana bantuan dari pusat diperuntukan bagi masyarakat yang berhak menerimanya namun. Pemberian pemberian dana tersebut terbagi kedalam tiga kata gori, yaitu katagori rusak rinagan (RR), rusak sedang (RS), rusak berat (RB), namun yang menjadi inti permasalahannya apakah pelaksanaan di daerah penerima bantuan mekanismenya sesuai dengan putunjuk pelaksanaan (JUKLAK) dan petunjuk teknis (JUKLIS) mengingat polemik di tengah-tengah masyarakat semakin santer banyak praktek-peraktek tidak sehat yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertangung jawab.
Jaenulilah salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Takokak mengatakan “Bantuan dana gempa itu terbagi tiga katagori pada kenyataannya dilapangan lebih dari tiga katagori, seperti halnya di Kecamatan Takokak menurut saya dilapangan banyak kejanggalan hasil penelusuran saya, bahkan rumor dari masyarakat tersiar kabar dana bantuan gempa 0.2 ½ %, diminta oleh pihak kecamatan dikumpulkan melalui ketua apdesi. Terhitung dari rusak berat (RB) 205 Orang dan rusak sedang (RS) 15 orang yang mendapat bantuan di Kecamatan Takokak kurang lebih Rp. 40.312.500,- yang dijadikan ajang bagi-bagi rizki.
Bahkan selain dari 0.2 ½ %, itu ada pengalokasian dana sebesar Rp. 7.500.000 Melalui Adnan Suherli dengan dalih mengatas namakan ikatan wartawan takokak (IWATA). Saya berbicara apa adanya hasil klarifikasi dari camat kecamatan takokak Suparman,SH “katanya”.
Sementara Suparman,SH Camat Takokak yang akan di konfirmasi “AWDI” mengenai pemotongan 0.2 ½ %, saat “AWDI” mendatangi kantor kecamatan beberapakali selalu tidak ada ditempat.
Sedangkan Adnan Suheli, yang mengatas namakan IWATA, “AWDI” ketika mau konfirmasi di kediamannya, terkait rumor adanya peruntukan dana untuk wartawan yang berdomisili di Takokak. Ketua IWATA menyambut “AWDI”  dengan raut wajah kecut dan percaya diri dengan sok gayanya sambil duduk dikursi langsug unjuk gigi dengan kata-kata kotor, “Tah nukieu pengacau teh kenapa di sebar luaskan aya duit Rp. 7.500.000 disaya jadi loba wartawan nu daratang ka sayah seperti Kusaeri, “SI” jadi nyarahoeun jeung nu sejena, da moal kusaha deui iwalti ku ente dibejaan, sekarangmah uanganya sudah habis dibagi-bagi ke PWI, saya nombok coba kalau tidak di informasikan keluar daerah moal daratang, kita bagi tiga kan lumayan besar” pungkasnya sambil telunjuk-telunjuk jari padahal dana bantuan gempa diperuntukan bagi yang kena korban gempa bukan untuk dijadikan keuntungan pribadi.
Selaku ketua IWATA hendaknya menjadi tauladan bagi rekan moment seperti itu jangan dijadikan objektifitas sehingga banyak kerugian berbagai pihak terutama masyarakat yang jadi korban. “Endang  Saripudin”.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Edited | Mas Template
Copyright © 2013. Kantor Berita AWDI Pers - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger