Headlines News :
Home » » Rumah Kakak Ipar “Ilyas Sarbini Anggota KPUD NTB” di Temukan BOM

Rumah Kakak Ipar “Ilyas Sarbini Anggota KPUD NTB” di Temukan BOM

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 02 April 2011 | 19.28

AWDI Bima,
Aksi terror bom kini telah merambah di Kota Bima. Selasa lalu (22/3), sebuah bungkusan yang diduga “BOM” ditemukan di rumah salah satu warga lingkungan Manggemaci Kelurahan Manggemaci Kecamatan Mpunda Kota Bima.
temuan bom tersebut di depan pintu rumah milik Mahnur Saifurrahman, SH, di RT/RW03/01 ini,
menggemparkan warga Kota Bima. Bungkusan yang ditempatkan tepat di depan pintu rumah itu, diduga kuat disimpan pada saat malam hari tanpa
diketahui siapa pelakunya. Isteri sang pemilik rumah, Khaerunnisa, kepada sejumlah wartawan menceritakan bahwa, awalnya sekitar pukul 06.00 Wita anaknya, Nurul Cahyani (13) ingin keluar rumah untuk membeli nasi, namun saat membuka pintu ia kaget menemukan sebuah bungkusan plastik hitam berada di depan pintu.
“Lalu ia memberitahukan saya bah¬wa ada sebuah bungkusan tepat berada di bawah pintu. Setelah dirinya melihat di bungkusan terse6but, tertulis titipan dari kantor pusat Mataram. Karena merasa aneh dengan bungkusan tersebut, lalu langsung menelpon tetangga yang suaminya seorang petugas kepolisian,” ujar perempuan yang juga kakak ipar anggota KPU NTB, Ilyas Sarbini, SH, ini.
Diakuinya, setelah menelpon ia langsung diberitahukan untuk mengungsi sementara sambil menunggu pihak kepolisian datang guna mengidentifikasi bungkusan tersebut. Setelah pihak kepolisian datang dan memeriksa, akhirnya bungkusan tersebut diledakkan di sekitar halaman rumah.
Ketika ditanya oleh sejumlah warta¬wan apakah selama ini ia mempunyai musuh, Khaerunnisa mengaku selama ini mereka tidak memiliki musuh. “Tapi dengan kejadian ini kami merasa khawatir,” ucapnya.
Kapolres Kota Bima, AKBP. Kumbul KS, SIK, yang dimintai komentarnya menjelaskan bahwa untuk sementara belum bisa dipastikan apakah bungkusan yang sudah diledakan tersebut berisi paket bom atau tidak. Saat ini, kata dia, serpihan bungkusan tersebut masih didalami oleh tim Jihandak Brimob Bima. “Namun belum ditemukan adanya kabel-kabel yang diduga kuat dalam bom, hanya berupa serpihan kardus saja,” tegasnya.
Pantauan langsung wartawan, menyusul adanya dugaan penemuan bungkusan berisi bom tersebut, suasana warga yang berada di lingkungan Manggemaci mencekam lantaran sekitar radius 50 meter sudah dipasang police-line agar warga masyarakat tidak mendekat ke lokasi.
Dalam pengamanan tersebut tim Jihandak (penjinak bahan peledak) melakukan identifikasi bungkusan tersebut menggunakan alat metal detector, namun tidak ditemukan adanya indikasi bom. Kemudian tim menggunakan alat pemantik untuk meledakkan bungkusan tersebut sekitar pukul 07:30 Wita pagi. Tampak hadir dalam pengamanan tersebut, Walikota Bima H. Qurais H. Abidin, Sekda Kota Bima, Drs. H. Tajuddin Umar dan beberapa pejabat pemerintah lainnya.
Sementara itu, pada siang harinya sejumlah wartawan mencoba meminta keterangan Kasat Reskrim Polresta Bima terkait dengan penemuan bung¬kusan yang diduga bom tersebut.
Sementara  Kasat Reskrim, Iptu. Andri Handoko pada wartawan, menuturkan bahwa, berdasarkan identifikasi sementara saat itu isi bungkusan yang diduga bom tersebut berupa petasan ukuran panjang sekitar 4 cm sebanyak 15 biji yang disusun satu rangkai dimana bagian tengahnya terdapat korek api jenis kayu dan di ikat dengan menggunakan satu sumbu. “Namun jika meledak, hanya mempunyai daya ledak yang rendah (low eksplosive), tapi jika meledak pada tangan maka bisa mengakibatkan luka bakar pada tangan,” katanya.
Pemeriksaan saksi sementara, yang bersangkutan pemilik rumah (Khaerunnisa, red) mempunyai banyak hutang-piutang. Jadi ada dugaan hal ini dilakukan oleh orang yang mempunyai perma-salahan hutang dan sekedar ingin mengingatkan kepada sang pemilik rumah.
“Hasil pemeriksaan pihaknya menemukan potongan kertas yang coba di sambungkan dan terdapat kalimat, yaitu sebelum kamu pulang ke neraka, selesaikan urusan yang menyangkut dunia, yang kedua, kalau saja berani nyalakan, dan yang ketiga bisa baca sendiri, cam kan?,” cetus¬nya mengutip (dibaca) isi ancaman dari pengirim yang belum diketahui identitasnya. (Khairul)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Edited | Mas Template
Copyright © 2013. Kantor Berita AWDI Pers - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger