Headlines News :
Home » » 5 Alasan Kopassus dapat simpati publik dalam kasus Cebongan

5 Alasan Kopassus dapat simpati publik dalam kasus Cebongan

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 10 April 2013 | 10.36


Menembak mati empat tahanan Lapas Cebongan, Sleman, DIY, 11 anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartasura, justru banjir dukungan. Sebagian kalangan justru memuji pelaku kesatria karena mengakui perbuatannya. Namun ada juga ada juga yang mengecam.

Bagi para pendukung, penyerangan lapas dianggap sebagai aksi pembersihan premanisme. Bahkan, muncul gerakan 'Satu Miliar dukungan untuk 11 anggota Kopassus' di Facebook. Intinya, mereka minta pelaku tidak dihukum.

Apa pun itu, ini adalah negara hukum, jadi siapa pun yang bersalah harus dihukum seberat-beratnya. Apalagi, pidana yang dilakukan tidak ringan, pasukan elite angkatan darat itu menghilangkan nyawa manusia.

Berikut pendapat sebagian kalangan yang memberikan apresiasi terhadap prajurit baret merah itu:

1. Anggota Kopassus dianggap jujur

Sosiolog Musni Umar mengatakan, dukungan kepada 11 prajurit Kopassus bukan perkara yang menyimpang. Fenomena tersebut sebagai sebuah titik lebur, kekesalan rakyat kepada sikap pemerintah selama ini.

"Tidak, ini masyarakat bosan dengan kebohongan. Jadi ada orang yang bersikap jujur, kita beri apresiasi, itu bukan penyimpangan. Ini akibat perilaku pemimpin yang enggak pernah jujur pada masyarakat," kata Musni kepada merdeka.com, Senin (8/4).

Menurut Musni, sudah lama masyarakat merindukan kejujuran dari para pemimpin. Sehingga ketika 11 prajurit Kopassus berani jujur dan mengakui kesalahan, maka masyarakat luas akan berbondong-bondong mengapresiasi. Akhirnya, banjir dukungan pun terjadi.

"Di masyarakat kita, trust (kejujuran) itu hilang. Ketika 11 anggota Kopassus mengakui bersalah, mereka mendapat apresiasi itu," katanya.
 

2. Danjen Kopassus pasang badan

11 Anggota Komando Pasukan Khusus mengakui telah menyerang Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo siap bertanggung jawab, bahkan dia siap dipecat karena kesalahan anak buahnya.

"11 Orang itu anak buah saya. Salah karena saya komandannya itu grup saya. Sayalah orang yang bertanggung jawab, saya orang yang terdepan," tegas Mayjen Agus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

Menurut Agus, walau membela kawan tetap saja aksi para prajurit itu tidak bisa dibenarkan. Agus siap menghukum anak buahnya seberat-beratnya.

3. 11 Anggota Kopassus siap bertanggung jawab

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara soal keterlibatan anggota Kopassus dalam penyerbuan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta. SBY menyambut baik keberanian Mabes AD mengungkap para pelaku penembakan.

"Para prajurit yang melakukan tindakan itu tampil secara bertanggung jawab, secara kesatria, dan siap mendapatkan sanksi hukum apapun. Demikian juga para komandan akan ikut bertanggung jawab semuanya. Bagi saya, itu melegakan," ujar SBY dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/4).

4. Hukum perwira yang terlibat

Penyerangan yang dilakukan 11 anggota Kopassus ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, DIY masih mengundang banyak pertanyaan. Di antaranya keberadaan para perwira untuk mencegah aksi balas dendam yang dilakukan anak buahnya.

Terkait itu, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyatakan, jika ada perwira yang terindikasi terlibat dalam aksi balas dendam itu, maka dia mempersilakan untuk segera diproses secara hukum.

"Kita ikuti proses hukum, manakala menyangkut para pimpinannya, pasti akan diteruskan. Tapi kalau tidak, ya tidak. Evaluasinya sudah dilakukan," ujar Agus di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/4).

Tidak hanya itu, lanjut Agus, para pelaku penyerangan juga akan menerima sanksi sesuai dengan putusan yang dijatuhkan peradilan militer. Agus juga meminta agar masyarakat ikut mengawasi berlangsungnya proses persidangan terhadap 11 anggota Kopassus tersebut.

"Pesan khusus saya adalah mari kita berikan kepercayaan pada pengadilan militer untuk melaksanakan penegakan hukum. Kemudian mari kita awasi secara transparan, dan tentu anggota yang bersalah akan dikenakan sanksi, yang tidak bersalah tidak dikenakan sanksi," tandasnya.

5. 11 Prajurit Kopassus harus dihukum berat

11 Anggota Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kartasuro, Jawa Tengah, menjadi tersangka penyerangan Lapas Cebongan yang menewaskan empat tahanan. Atas perbuatannya, para pelaku harus dihukum seberat-beratnya.

"Pelaku sudah ditangkap. Nanti kita tuntut seberat-beratnya supaya anggota disiplin apa yang diperintahkan komandan," kata Danjen Kopassus Mayjen Agus Sutomo di Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (5/4).

Agus tidak membantah jika komandan para penyerang mengetahui rencana penyerbuan ke Lapas Cebongan. Namun, upaya untuk menghadang tidak berhasil dilakukan karena anggota sudah terbakar emosinya.

"Prajurit harus disiplin, prajurit yang berprestasi pun kita beri penghargaan, yang salah kita kasih sanksi," katanya.

Agus menegaskan penyerangan tidak dilakukan secara terencana. "Anggota itu karena melihat (senjata) spontanitas, yang saya tangkap laporan komandan grup sudah maksimal untuk melakukan langkah-langkah pencegahan," katanya.



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Edited | Mas Template
Copyright © 2013. Kantor Berita AWDI Pers - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger