Headlines News :
Home » » Banyak Apotik Diwilayah Provinsi Banten Yang Tidak Memiliki Apoteker

Banyak Apotik Diwilayah Provinsi Banten Yang Tidak Memiliki Apoteker

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 23 September 2014 | 20.11

Banyak Apotik Diwilayah Provinsi Banten Yang Tidak Memiliki Apoteker

Seharusnya Untuk Mecegah Penjualan Obat Bebas,Setiap Apotik Wajip Memiliki Apoteker

TANGERANG, KB-Awdi - Hasil survei yang dilakukan Ikatan Apoteker Indonesia perwakilan Provinsi Banten, ditemukan banyak Apotik yang beroperasi mebuka apotik tanpa dilengkapi oleh apoteker.


Sudah seharusnya tiap Apotik di Provinsi Banten memiliki seorang Apoteker disetiap apotik, yang bertugas menjelaskan jenis obat kepada Konsumen.

Masalah ini juga dilakukan untuk menghindari terjadinya praktek penjualan obat obatan golongan keras secara bebas yang dilakukan oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dra.Lucy Sumawatih ,Apt selaku ketua Perwakilan Daerah (PD) Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Banten, periode 2014-2018, mengatakan bahwa masih banyak apotik yang tidak mempekerjakan para apoteker di apotik yang mereka kelola,kita sudah beberapa kali mensurvei apotik namun tidak terlihat seorang apotekernya hanya papan nama saja yang tertulis Apoteker A dan Apoteker B tapi tidak kelihatan apoteker nya yang mana.ujan Dra.Lucy Sumawatih

"Seharusnya dalam setiap apotik para petugas/pekerja apotik didampingi oleh seorang apoteker yang memakai seragam putih dengan disertai papan nama diseragamnya".ujan Dra.Lucy Sumawatih

Dimana tugas apoteker tersebut sebetulnya memberikan penjelasan sedetil detilnya mengenai obat yang akan dibeli oleh masyarakat ,dengan resep atau tanpa resep .

Masih katanya, sesuai dengan Undang Undang No.51 tahun 2010 dikatakan bahwa Apoteker berpraktek disetiap Apotik sesuai dengan poksi apoteker nya, mengutamakan profesi sebagai Apoteker.
Seharus nya setiap apotik wajip memiliki apoteker sesuai peraturan yang sudah ditentukan oleh negara.ukap Dra.Lucy Sumawatih

Karena ada tiga kategori obat yang harus diketahui oleh para pembeli , obat yang berwarna hijau bisa dijual secara bebas, obat berwarna Biru harus dengan resep dokter sedangkan untuk kategori obat berwana Merah dan bertulik huruf K merupakan obat keras bisa dijual di apotik yang harus ada apoteker.

Ini yang harus diberikan penjelasan oleh seorang Apoteker ke masyarakat yang membeli obat di Apotik agar mereka mengerti dan paham dengan obat yang harus dibelin masarakat.

" Saya berharap kedepannya di tiap apotik memiliki apoteker dan ini merupakan PR untuk saya, dan sekarang juga kita sudah melakukan pembenahan disetiap apotik agar bisa mematuhi peraturan yang sudah ditentukan." ujarnya Dra.Lucy Sumawatih

Lucy Sumarwatih, meminta kepada anggota dari PD IAI Provinsi Banten untuk senantiasa bersama sama bekerjasama dalam meningkatkan kinerja para anggotanya di PD maupun di PC masing masing, untuk saling berkomunikasi secara intens guna kelancaran serta kemudahan dalam bekerja.

" Saya berharap kedepannya di tiap apotik memiliki apoteker dan ini merupakan PR untuk saya selaku ketua terpilih periode 2014-2018, dan sekarang juga kita sudah melakukan pembenahan disetiap apotik agar bisa mematuhi peraturan yang ada," ungkap Dra.Lucy Sumawatih.( M.zakaria/zecky/euis heryani)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Edited | Mas Template
Copyright © 2013. Kantor Berita AWDI Pers - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger