Headlines News :
Home » »

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 14 Agustus 2015 | 22.07

PDAM Kota Dan DPAM Kabupaten Tangerang Berhenti Produksi Air Karna Sungai Cisadane Kering


TANGERANG, Awdionline.com - Hujan yang tidak pernah turun dan Musim kemarau yang semakin meburuk dan bocornya Bendungan Pintu Air 10, menyebabkan PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang dan Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang sudah tidak bisa memproduksi air untuk adisalurkan ke para pelanggan nya.
Kepala Seksi Pelayanan Pelangggan Cabang I,  PDAM TB Kota Tangerang Ikshan Sodikin mengatakan, pihaknya sudah tidak bisa lagi mengirim air ke-27 ribu pelanggannya di hampir semua diwilayahnya semenjak menurun-nya debit air baku. dari Sungai Cisadane, beberapa pekan lalu.
“Kita tidak bisa produksi lagi, karena tidak ada air bakunya. Yang masih kita suplai hanya lah diBandara Soekarno-Hatta saja, tapi itu juga turun dari normalnya 100 liter per detik hanya 50 liter per detik,” jelasnya.
Untuk itu, pihak kami berupaya mendistribusikan air-air dengan mobil tangki, tidak hanya ke pelanggan saja, tapi juga keseluruh masyarakat diwilayanya. Adapun armada yang diterjunkan untuk mendistribusikan air sebanyak tiga unit dari PDAM, dan enam unit dari Pemadam Kebakaran, 11 unit dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), dengan kapasitas 4000 -18.000 liter.
“Semua wilayah dikecamatan kami didistribusikan, tergantung permintaan,” tegasnya.
Menurutnya, air yang didistribusikan melalui tanki ini bersumber dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Plan 5 yang masih bisa beroperasi. Air bakunya disedot menggunakan enam unit mesin pompa dari Dinas SDA dan pemerintah pusat.
“Kendalanya, meski ada pompa,tapi cuma bisa menyedot sedikit air bakunya. Sehingga tidak bisa dipoduksi maksimal untuk disalurkan keseluruh wilaya dan maysarakat,” tegasnya.
Berhentinya suplai air juga dialami PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. Penyaluran air hanya dilakukan dengan mobil tangki saja, namun hal itu juga belum optimal karena jumlah armada sangat terbatas.
 “Belum optimal, mobil tangki kita cuma ada empat dengan kapasitas 5 ribu-10 ribu liter, sedangkan permintaan sangat banyak sekali. Untuk wilayah yang dekat masih bisa kita suplai berkali-kali, tapi yang jauh kita seperti Kronjo dan Rajeg Cuma bisa kita usahakan 1-2 rit,” ungkap Humas PDAM TKR Devi.
Menurut Devi, karena kemarau panjang dan jebolnya apintu air 10, air yang bisa diproduksi hanya 150 liter per detik dari kebutuhan 1.500 liter per detik untuk disalurkan kepada 128 ribu pelanggannya. Pihaknya pun belom tahu kapan kondisi tersebut akan kembali menormal lagi.kata devi
“Kita mengharapkan pelanggan-pelangganya memaklumi karena kondisi kemarau yang sangat panjang seperti ini. Kita sangat berharap bisa segera turun hujan dan pintu air 10 bisa  diperbaiki lagi, sehingga air baku bisa tercukupi untuk diproduksi,” ungkapnya. (Zecky/M.zakaria/euis.H/Dani)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Edited | Mas Template
Copyright © 2013. Kantor Berita AWDI Pers - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger