Headlines News :
Home » » Pengusaha Perternakan Babi

Pengusaha Perternakan Babi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Minggu, 11 Oktober 2015 | 00.24

Pengusaha Perternakan Babi Di Neglasari, Kota Tangerang Akan Tetap Pasang Badan

Tangerang, AWDI NEWS - Pemkot Tangerang akan tetap  menertibkan 49 bangunan di kawasan bantaran Sungai Cisadane, di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.
Kepastian ini disampaikan Wakil Walikota Tangerang, H. Sachrudin, didampingi Asisten 1 Tata Pemerintahan, Saiful Rohman, saat menerima audiensi perwakilan pengusaha-pengusaha peternakan babi. "Kami tetap akan  berdiri di atas aturan pemkot dan hukum yang berlaku. Apalagi ini masalah yang sudah cukup lama bergulir. Dan, kami juga sudah cukup banyak memberikan toleransi kepada para perternak babi dibantaran sungai cisadane,sebelum keputusan ini kami ambil," ungkap Sachrudin.
Menurutnya, dasar penertiban ini dilakukan mengingat bangunan-bangunan untuk lokasi usaha di wilayah itu statusnya ilegal, karena tidak memiliki izin usaha. Alasan lainnya adalah, adanya kepentingan masyarakat yang lebih besar, di mana nantinya di kawasan tersebut akan dibuat ruang terbuka penghijauan, usai dilakukan penurapan oleh Kementerian pekerja umum (PU).tegas Sachrudin."Pada prinsipnya kami tetap ingin membangun kenyamanan,ketertipan dan keamanan bagi seluruh warga Kota Tangerang. Kami tidak akan mengorbankan kepentingan yang lebih besar dengan atas kepentingan golongan," jelas Wakil walikota Sachrudin.
Sementara itu, Saiful Rohman menambahkan, bahwa dirinya menemukan fakta di mana dalam kurun waktu dari 2010 hingga sekarang, jumlah pengusaha ilegal di tempat tersebut terus mengalami penambahan.
Hal ini tentu semakin memperlihatkan bahwa toleransi yang diberikan oleh pemerintah kota malah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. "Seingat saya, Pak Surya (salah seorang pengusaha) itu 2010 belum ada. Dan, baru tiga tahun lalu masuk. Ini jelas tidak ada itikad baik dari pengusaha di sana. Padahal kami sudah cukup bersabar," terang Saiful.
Terpisah, perwakilan pengusaha peternakan babi, Eddi Lim, menjelaskan bahwa kedatangannya beserta rombongan dimaksudkan untuk meminta solusi atas kondisi yang dialami oleh seluruh pengusaha babi di kawasan tersebut.
Dirinya merasa bahwa keberadaan pengusaha babi ini kedepannya dapat memberikan kontribusi terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, salah satunya dengan mengurangi pengangguran.
"Pada prinsipnya kami menyadari bahwa kami salah secara hukum dan aturan, dengan keinginan pemerintah untuk menertibkan kami, kami setuju tapi kami minta ada solusi yang saling sama-sama menguntungkan," ujarnya.
Untuk itu, Eddi meminta kepada pihak pemerinta kota tangerang agar diberikan waktu selama tiga bulan sebelum akhirnya ditertibkan. Eddi juga meminta agar seluruh pengusaha di lokasi itu dapat direlokasi ke tempat yang ditentukan oleh Pemkot, sama seperti yang didapat oleh warga setempat.
Jika kemauan itu tidak dipenuhi, Eddi salah satu perwakilan pengusaha perternakan babi menegaskan seluruh pengusaha beserta pekerjanya akan tetap pasang badan untuk mempertahankan lahan yang mereka tempati selama ini untuk usahanya.tegasnya.
(zecky-M zakaria/euis.H/andani suryadi/amir zulfahmi)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Edited | Mas Template
Copyright © 2013. Kantor Berita AWDI Pers - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger