Headlines News :
Home » » Putus Sekolah

Putus Sekolah

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 05 Juli 2016 | 04.16

Karena Himpitan Ekonomi Wanita Usia 11 Tahun Putus Sekolah

Jakarta - Hampir di wilayah dan setiap tempat banyak anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan sekolah. Pendidikan putus di tengah jalan disebabkan karena berbagai faktur kondisi yang terjadi dalam kehidupan, salah satunya disebabkan oleh kondisi ekonomi orang tua nya yang memprihatinkan," Disadari bahwa kondisi ekonomi seperti ini menjadi penghambat bagi setiap orang untuk memenuhi keinginannya dalam melanjutkan pendidikan sekolah dan menyelesaikan sampai tingkat tinggi.

Kondisi ekonomi seperti ini disebabkan berbagai faktor, di antaranya orang tua tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak mempunyai keterampilan khusus, keterbatasan kemampuan dan faktor dan lainnya. Pada perspektif lain, kondisi ekonomi masyarakat tentu saja berbeda, tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi yang memadai dan mampu memenuhi segala kebutuhan anggota keluarga. Salah satunya Saskia Khoirunnisa/Chaki (11), putri dari pasangan Nuraini (41) dan alm. Mudjiono (43) terpaksa putus sekolah lantaran tidak mempunyai biaya. Chaki (pangilan akrabnya) sudah tidak lagi masuk kesekolahnya sejak 2 tahun silam, karena malu kerap ditagih oleh guru untuk biaya bulanan (SPP) sekolahnya,

Ketika awak AWDI menemui di kediamannya yang tinggal di Jalan Bintara 9, RT04/RW05 Nomor 84 b Kelurahan Bintara Bekasi Barat, Jabar, Chaki mengaku sebenarnya ingin terus bersekolah melanjutkan pendidikannya hingga kelak bisa bekerja untuk membantu meringankan beban hidup keluarganya.

"Saya sebenarnya ingin terus sekolah. Saya selalu sedih ketika melihat teman sebaya saya berangkat bersekolah.Kelak kalau sudah mempunyai biaya, nanti saya ingin sekolah agar bisa bekerja untuk membantu ibu,"uangkap Chaki, (29/06/2016)

Tapi apa daya, Chaki yang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara ini harus rela putus sekolah lantaran ibunya hanya penganguran tak mampu membiayai pendidikannya hingga akhirnya Chaki putus sekolah dibangku kelas 5 SD

Chaki mengaku, ia masih berhutang uang SPP, baju dan buku sekolah. "Saya terpaksa berhenti sekolah karena ibu tidak punya uang. Tiap hari, guru di sekolah selalu menagih uang SPP saya," ungkapnya pada awak media

Dengan berpedoman, tujuan demi memajukan pendidikan dan program belajar disebuah wilayah, maka harus memiliki pandangan dan empati luas terhadap aspek lingkungan yang ada didaerah tersebut. Dan selalu menyadari akan pentingnya sumberdaya yang bermutu dan berkualitas, cepat tanggap terhadap berbagai permasalahan yang ada. Oleh karenanya, Walikota Bekasi, DR.H.Rahmat Effendi tidak tinggal diam, langsung segera menginstruksikan jajarannya untuk segera menindak lanjuti siswi putus sekolah tersebut

Terpantau AWDI, Camat Bekasi Barat, Muhammad Bunyamin, S.Sos, M.Si bersama Lurah Bintara, E.Supratman. Serta ikut hadir staf pemerintahan (Kasie Kessos) Bekasi Barat, Hasan Fahmi dengan didampingi Ketua RW 05, Masturi serta ketua RT 04, Sunarman dan personil keamanan wilayah RW 05, Ujang Saputra dan bang Ogan melakukan  kunjungan kerumah Chaki

Muhammad Bunyamin, Camat Bekasi Barat ketika diminta tanggapannya disela-sela kunjungannya terkait hal ini mengatakan akan membebaskan biaya pendidikan siswi putus sekolah tersebut. "Pemkot Bekasi selalu mendukung program pemerintah wajib belajar 12 tahun, maka program yang telah dicanangkan ini harus benar-benar dijalankan sesuai dengan Undang-Undang," tuturnya

Selanjutnya, Bunyamin berjanji akan menindak lanjuti terus akan hal ini, supaya Chaki dapat bersekolah kembali. Bahkan Camat Bekasi Barat ini sempat mengatakan, akan menanggung pendidikan Chaki hingga jenjang SLTA dan mengangkatnya sebagai anak asuh

"Ketika diri kita tidak mempunyai cara dan tidak bisa memahami kepribadian orang lain, maka diri kita akan cenderung mengadili menurut perspektif dan pola pikir diri kita sendiri. Dan akan selalu menghukum karena tidak sepaham, tidak sesuai dengan selera dan kehendak kita, ini yang berbahaya. Maka, oleh sebab itu diri kita harus mampu memahami personality orang lain. Dimana pun diri kita berinteraksi sudah sepatutnya kita harus mengerti dan memahami kepribadian diri sendiri, niscaya kita pasti akan berhasil memaknai serta dapat mengoptimalkan orang lain," ujar Bunyamin

Disamping itu, Ketua RW 05 Kelurahan Bintara, Masturi sangat responsif yang baru terpilih pada 3 minggu yang lalu (04 Juni) dan menjabat sebagai ketua RW 05. Masturi mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada rekan wartawan yang telah membantu warganya. "Kalau ada warga yang tidak mampu dan membutuhkan pertolongan, dimanapun, kalau ada yang seperti ini, mau mengadu kemana? kalau bukan ke pejabat setempat," terangnya

Dan demi terciptanya tertib secara administrasi, pihaknya akan segera mendata ulang para penduduk yang bermukim diwilayahnya. "Pendataan ini akan saya pimpin langsung dengan berkoordinasi kepada lurah, mencangkup 5 RT dari RT01 hingga RT05, dan jika nanti ada ditemukan warga yang Chaki, maka akan kami tindak lanjuti," tandas Masturi

Reporter : ( "Zecky-M.Zakaria/Euis.H/Jaenal" )
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Edited | Mas Template
Copyright © 2013. Kantor Berita AWDI Pers - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger