Headlines News :
Home » » SMP NEGERI 21 JAKARTA

SMP NEGERI 21 JAKARTA

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Kamis, 09 Maret 2017 | 11.53

SMP NEGERI 21 JAKARTA
Membangun  Mental dan Spiritual Anak Didik

JAKARTA,awdi news, – Tentang sistem pendidikan nasional dalam UU No 20 Tahun 2003, tercantum pengertian pendidikan: Adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Untuk itu, sekolah sebagai lembaga penyelengaraan pendidikan sebisa mungkin harus mampu memaksimalkan apa yang menjadi tujuan pendidikan itu sendiri. Pendidikan bukanlah lembaga profit, yang berdiri semata-mata hanya mencari keuntungan, tanpa memperhitungkan bagaimana membentuk generasi masa depan, mengemasnya menjadi generasi yang tangguh, mampu menjadi barometer dari berbagai aspek kehidupan.
Hal itu dikatakan Kepala SMP Negeri 21 Jakarta yang dipimpin   DrsH. Suhail Effendey   kepada KCB diruang kerjanya baru-baru ini. Untuk itu, sebagai lembaga pendidikan yang komitmen dalam mencetak generasi yang cerdas, taqwa serta terampil sesuai dengan apa yang menjadi program keahlian, menurut H.Suhail   kita mengedepankan moralitas Akhlaq  sehingga anak didik kita bisa mengerti apa sapansantun serta membuat benteng agama yang kokoh.
 
Tak hanya itu saja, Drs. Suhail Effendy   menambahkan, bahwa dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan kebutuhan produksi generasi yang akan datang, sampai saat ini pihaknya terus meningkatkan  kualitas mutu  guru sebagai tenaga pendidik sesuai kompetensi dibidangnya masing-masing yang dibutuhkan.

Jauh dari itu juga, membangun mental dan spiritual anak didik di SMP  Negeri 21Jakarta   juga menjadi program yang sangat krusial. Karena, menurut Drs.Suhail Effendy , pada era Internasional Tehnologi  saat ini melihat banyaknya pengaruh positif dan negative dari bebagai karya tehnologi, seperti internet. “Adalah masalah yang hanya bisa diselesaikan dengan pendekatan psykologis dan membekalinya dengan ilmu agama yang cukup. Agar kebutuhan dunia ilmu pengetahuan umum bisa seimbang dengan akhlak dan  moralitas,” pangkas Drs.Suhail. (muali)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Edited | Mas Template
Copyright © 2013. Kantor Berita AWDI Pers - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger